Selasa, 20 Desember 2011

Pencegahan Kesepian

Pencegahan lebih bijak dari pada penyembuhan. Menyembuhkan orang dari kesepian membutuhkan banyak hal yang harus dikorbankan, dan yang paling serius adalah korban perasaan. Seseorang yang menderita kesepian harus membayar beberapa bulan atau bahkan tahun untuk menghapusnya. Dan, lebih menyedihkan lagi bahwa selama waktu itu kehidupan menjadi tidak dapat dinikmati.

Gereja, sebagai tempat persekutuan, hendaknya dapat berfungsi sebagai tempat yang baik untuk melatih diri dalam usaha mencegah kesepian. Ada beberapa tindakan yang kiranya dapat membantu:

· Menciptakan gereja yang "mengobati"
Problema utama manusia adalah bagaimana memberi makna pada kehidupannya. Kebanyakan dari kita, tidak mengerti bagaimana memberi makna pada kehidupannya oleh karena tidak mengetahui apa makna kehidupan yang sesungguhnya. Berangkat dari inti persoalan hidup serupa ini, gereja bertanggung jawab untuk memberi jawab kepada anggotanya.

Manusia dapat memaknai hidupnya jika ia mengetahui apa yang dikehendaki Allah bagi dirinya (Ef.2:10; Kol.1:15-23). Untuk itu gereja perlu menunjukkan arah pembentukan pribadi yang sesuai dengan maksud dan kemauan Allah.

· Menciptakan persekutuan Kristen sejati
Bukan artificial fellowship (misalnya: malam rekreasi, sate night, dll) dan persekutuan semu (kebaktian doa rutin, persekutuan rutin, dll), tetapi persekutuan Kristen sejati yang dapat sungguh-sungguh dinikmati dan membangun (1Kor.12). Kita tahu bahwa malam rekreasi dapat berguna sebagai sarana keakraban dalam persekutuan, tetapi tidak akan pernah mencapai tujuan persekutuan yang sejati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar